Paket Mayat
Karya: Shoim Anwar
Dalam cerpen ini yang berjudul
Paket Mayat Karya: M. Shoim Anwar menceritakan tentang Kuala Lumpur Ibu kota Malaysia merupakan
salah satu negara yang menjadi sasaran oleh banyak para TKI untuk mengadu nasib
disana. Seperti pada tokoh Suparjan yang digambarkan oleh M.Shoim Anwar dalam
cerpennya “Paket Mayat”, beliau merupakan TKI illegal yang nekat pergi ke kuala
lumpur tepatnya di Kuantan dengan tujuan memperoleh pekerjaan yang layak di
sana, akan tetapi mimpi-mimpi Suparjan jauh dari kenyataan. Seperti pada
kutipan:
“ Dulu aku menyarankan
agar dia masuk lewat jalur resmi. Tapi rupanya dia punya perhitungan lain. Dia
ikut-ikutan lewat jalur gelap ”
“ Naik bus dari Kuala Lumpur ke Kuantan
memerlukan waktu sekitar empat jam “
“ Suparjan ternyata jadi
kuli di proyek Pembangunan Hotel Seri Malaysia di Jalan Telok Sisek “ (Hal
149-151).
Berdasarkan dari kutipan di
atas penulis menggambarkan perjuangan Suparjan seorang TKI untuk dapat sampai
di tempat tujuan, yaitu Kuantan, Kuala Lumpur, Malaysia. Suparjan nekat pergi
ke Kuala Lumpur, Malaysia karena alasan di kampungnya tidak ada pekerjaan lagi
dan mimpi untuk mengubah hidup keluarganya menjadi labih baik.
Akan tetapi. Keberadaan
Suparjan sebagai TKI di Kuala Lumpur, Malaysia tidak mengubah kondisi
ekonominya untuk lebih baik. Keberadaan Suparjan di Kuala Lumpur, Malaysia
tidak dihargai sedikitpun oleh masyarakat Malaysia, tenaga yang dikeluarkan
Suparjan di Proyek Pembangunan Seri Malaysia tidak dianggap sama sekali. Dengan
statusnya sebagai pekerja ilegal, banyak yang memanfaatkan segala posisi
lemahnya untuk mengelabui Suparjan. Seperti pada kutipan:
“ Para pekerja liar sengaja dimanfaatkan dengan
segala posisi lemahnya “
“ Ketika proyek
menjelang rampung, polisi sengaja didatangkan untuk menggerebek mereka “
“ Para pekerja berlarian. Mereka pun tak
terbayar “
“ Proyek hanya
memberinya makan. Pengawas kerja yang mempekerjakannya menghilang saat gajian “
(Hal 151-152).
Dari kutipan di atas, kita
dapat membayangkan bagaimana nasib para TKI illegal yang berada di Kuantan,
Kuala Lumpur, Malaysia. Nasib para TKI di Malaysia sungguh ironis, seperti yang
digambarkan oleh Suparjan, Suparjan dan TKI lainnya tidak dibayar, hak mereka
dimakan oleh orang-orang yang yang tidak punya hati, mereka tega membawa lari
uang jerih payah para pekerja. Keberadaan
para TKI disana tidak mendapat jaminan apapun. Ironisnya lagi banyak para TKI
yang meninggal disana karena kecelakaan kerja jenazahnya tidak diurus dengan
baik .
Dari kutipan di atas sangatlah jelas digambarkan
bahwa banyak kehidupan TKI di berbagai negara bahkan negara-negara tetangga
jauh dari kelayakan, para TKI di berbagai negara dan negara-negara tetangga
kurang mendapatkan perlindungan dari pemerintah setempat. Diharapkan pemerintah
lebih peduli lagi terhadap nasib para TKI. Mereka mempunyai hak yang sama
dengan warga Indonesia yang lainnya. Nasib TKI untuk menjadi labih baik dari
sebelumnya ada ditangan kita. Lindungi para TKI
Ronald Albert Michael W
095200107
B-2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar