Kamis, 13 Juni 2013

Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Iwan Fals


KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU IWAN FALS
PERIODE TAHUN 1980-1992

RONALD ALBERT MICHAEL WIJAYA
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Abstrak

Bahasa merupakan sebagai sistem  ketandaan tingkat pertama, yang sudah mempunyai arti (meaning). Dalam karya sastra arti bahasa ini ditingkatkan menjadi makna (significance) sebagai sitem tanda tingkat kedua. Seni musik merupakan sarana budaya yang hadir dalam masyarakat sebagai konstruksi dari realitas sosial yang dituangkan dalam bentuk lirik lagu. Pada prinsipnya lirik lagu dapat menyatakan realitas kehidupan. Lirik Iwan Fals cukup berbeda, karena Iwan Fals tidak mempersoalkan kelas tetapi lebih mengkritisi kelas tertentu yang melakukan penidasan atau praktik ketidak adilan. Data yang dikumpulkan berupa lirik lagu Iwan Fals. Pengumpulan data dilakukan dengan mendengarkan lagu Iwan Fals, kemudian mentranskripsikan lirik-lirik lagu Iwan Fals. Hasil yang diperoleh dari penelitian dalam kritik sosial dalam lirik lagu Iwan Fals dapat disimpulkan bahwa setiap lirik lagu Iwan Fals selalu mencerminkan kondisi sosial yang terjadi saat lirik tersebut dicipta, seperti pada lirik kisah motorku, sarjana muda, guru umar bakri, tak biru lagi lautku, isi rimba tak ada tempat berpijak lagi, kereta tiba pukul berapa, siang seberang istana, sore tugu pancoran, ujung aspal pondok gede, tikus kantor, lancer, surat buat wakil rakyat, bongkar, bento, dan mereka ada dijalan.
Kata Kunci : Bahasa, Iklan, Semiotika.
Abstract
Language is sign system first level, which already has a meaning (Meaning). In this language literature meaning elevated to meaning (significance) as sign system second level. Music is a means of cultures present in the community as the construction of social reality embodied in the form of song lyrics. In principle, the lyrics of the song to express the reality of life. Lyrics of Iwan Fals’s song quite different, because Iwan fals did not question the class but more critical of a particular class or practice that does oppression injustice. Data collected in the form Iwan Fals lyric song. Data collection is done by listening to the Iwan Fals song, then transcribe the lyrics Iwan Fals. The results obtained from research in the social criticism in the lyrics of the Iwan Fals’s song can be concluded that each Iwan Fals’s song  always reflect the social conditions that occur when the lyrics created, as on the lyrics kisah motorku, sarjana muda, guru umar bakri, tak biru lagi lautku, isi rimba tak ada tempat berpijak lagi, kereta tiba pukul berapa, siang seberang istana, sore tugu pancoran, ujung aspal pondok gede, tikus kantor, lancer, surat buat wakil rakyat, bongkar, bento, dan mereka ada dijalan.
Key Words :Language, Lyric Song, Social Criticism

PENDAHULUAN
Pada perkembangannya, bahasa puisi diapresiasikan oleh sarana kesenian salah satunya lirik lagu dalam seni musik. Seni musik merupakan sarana budaya yang hadir dalam masyarakat sebagai konstruksi dari realitas sosial yang dituangkan dalam bentuk lirik lagu. Pada  awalnya kebutuhan lagu digunakan untuk kepentingan upacara adat dan upacara ritual. Tetapi, seiring perkembangan masyarakat musik telah berubah, bergeser menjadi sebuah komoditi yang dikomersialisasikan dan menjadi barang ekonomi yang diperjualbelikan.
Musik merupakan perilaku sosial yang kompleks dan universal yang didalamnya memuat sebuah ungkapan pikiran manusia, gagasan, dan ide-ide yang mengandung sebuah pesan yang signifikan. Pesan atau ide yang disampaikan melalui musik atau lagu biasanya memiliki keterkaitan dengan konteks sosial. Lagu tidak hanya sebuah gagasan untuk menghibur, tetapi memiliki pesan-pesan moral atau idealisme.
Pada saat ini kebanyakan orang lebih suka musik yang berbau cinta dan musik yang tidak ada lirik edukatif. Seperti pada saat ini banyak anak-anak kecil yang menyanyikan lagu liriknya bermakna putus cinta atau lagu-lagu populer sesaat yang tanpa makna dan mendidik. Seharusnya anak kecil menyanyikan lagu anak-anak yang semua liriknya mengandung keceriaan dan semangat untuk menjalani masa-masa kecil.
Dalam kanca musik Indonesia saat ini, musik-musik dalam negri di banjiri oleh Boy-band, karena produser musik adalah sebuah industri yang mencari untung dan tak mau rugi. Pada jaman sekarang ini musik yang bermaknakan kritik sosial dapat dikatakan vakum, dan tergantikan dengan musik yang berbau cinta dan tanpa makana yang mendidik. Seperti halnya saat ini bermunculan wajah-wajah baru dalam kanca musik Indonesia, yaitu k-pop yang sama saja tak menyentuh  pada musik yang bertema kritik sosial. Lirik-liriknya hanya bertemakan tentang keputus asaan, patah hati dan lain sebainya.
Bahasa lirik lagu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bahasa puisi. Hal ini sesuai dengan pengertian lirik lagu menurut Semi (1988:106) yang mengatakan, “lirik adalah puisi yang pendek yang mengekspresikan emosi”. Hal ini juga diperkuat pada definisi lain mengenai lirik lagu terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 528), yaitu lirik lagu adalah karya puisi yang dinyanyikan. Bentuk ekspresi emotif tersebut diwujudkan dalam bunyi dan kata. Bahasa pada lirik lagu memiliki kaidah-kaidah puisi yaitu terdapat unsur emotif melalui bunyi dan kata. Selain itu untuk memperoleh kesan tertentu seperti puisi, bahasa lirik lagu juga bersifat ringkas-padat. Hal ini disebabkan lirik lagu telah mengalami proses pemadatan makna dan kreativitas pemilihan diksi dari penyairnya.
Pada prinsipnya lirik lagu dapat menyatakan realitas kehidupan. Realitas yang dibawakan akan menjadi lebih menarik, menyentuh hati atau bahkan mamampu membawa dalam imajinasi. Realita kehidupan merupakan hal yang paling dekat dibawakan pada lirik lagu.
Maka jika dihubungkan dengan realita, lirik Iwan Fals cukup berbeda, karena Iwan Fals tidak mempersoalkan kelas tetapi lebih mengkritisi kelas tertentu yang melakukan penidasan atau praktik ketidak adilan.
Di dalam lagu-lagu Iwan Fals sebagaian besar bertemakan kritik dan keadilan sosial. Dengan mengetahui sebuah tema yang terdapat dalam suatu karya sastra khususnya pada lirik lagu, kita dapat memaknai atau mengetahui maksud yang akan disampaikan.
Sebagai penulis lirik lagu, Iwan Fals mengeluarkan album dari periode tahun 1979-2007 serta album-album yang dibuat kumpulan (the best) maupun yang diaransemen ulang dan juga kumpulan lagu single-nya. Iwan fals merupakan pengarang yang mengandalkan kekuatan dalam lirik lagunya. Ciri khas yang terdapat dalam lirik lagu Iwan Fals adalah penggunaan “tema” yang selalu berhungan dengan kehidupan yang selalu kita jumpai. Dalam mencipta lagu, Iwan mendapat inspirasi dari koran, televisi, keadaan sekitar dan alam, dengan demikian kita dapat mengerti maksud lagu-lagu Iwan Fals.
Saat mencari sebuah makna yang terkandung dalam sebuah karya sastra khususnya lirik lagu memerlukan konvensi ketidak langsungan ekspresi. Ketidaklangsungan itu merupakan konvensi sastra pada umumnya. Karya sastra itu merupakan ekspresi yang tidak langsung, yaitu menyatakan pikiran atau gagasan secara tidak langsung, dengan cara lain. Ketidaklangsungan ekspresi itu disebabkan oleh tiga hal, yaitu penggantian arti (displacing of meaning), penyimpangan arti (distorting of meaning), penciptaan arti (creating of meaning) (Riffaterre dalam Pradopo 2011: 124).
METODE
Untuk mencapai suatu tujuan penelitian perlu digunakan metode atau cara-cara tertentu agar mendapatkan hasil yang diharapkan dalam melakukan sesuatu penelitian ilmiah. Sebab dengan metode penelitian kita bisa menentukan berhasil tidaknya suatu penelitian serta dapat menentukan kualitas dari tujuan penelitian tersebut. Dalam bab ini, akan diuraikan metode penelitian yang akan digunakan dalam menganalisis lirik lagu Iwan Fals yaitu tentang Kritik Sosial yang terdapat dalam lirik-lirik lagu yang akan dianalisis. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata dan bukan angka-angka. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti.
 Analisis data yang digunakan oleh penulis adalah Menginterpretasi berdasarkan teori yang digunakan untuk mendapatkan deskripsi atau gambaran makna dalam lirik lagu Iwan Fals yaitu dengan mengumpulkan data yang berupa lirik lagu.
Analisis data dari data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut. Menganalisis makna yang terkandung dalam setiap lirik lagu Iwan Fals dengan menggunakan konvensi ketidak langsungan ekspresi. Kemudian dari makan itu akan tergambar, apa maksud dan tujuan pengarang menuliskan karyanya. Karena biasanya setiap karya sastra itu berhubungan dengan keadaan sosial saat diciptanya karya sastra itu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karya sastra itu merupakan suatu bentuk ekspresi yang tidak langsung, yaitu menyatakan pokok pikiran dengan cara tidak langsung, sehingga mempersulit seorang pembaca untuk mengetahui makna yang terkandung didalamnya (puisi). Untuk mengetahui makna puisi secara utuh diperlukan aturan/konvensi sastra, yaitu konvensi ketidaklangsungan ekspresi. Konvensi ketidaklangsungan ekspresi itu meliputi tiga hal, yaitu: (1) penggantian arti (displacing of meaning), (2) penyimpangan arti (distorting of meaning), (3) penciptaan arti (creating of meaning).


A.   Kritik Terhadap Pembangunan
Lirik Lagu “Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi”  ( Album Opini 1982 )
Hutan  merupakan jantung kehidupan bagi setiap makhluk, terutama hewan. Manusia juga memerlukan hutan untuk ketergantungan hidupnya, karena hutan terdapat SDA didalamnya yang dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Maka dari itu rawatlah hutan kita. Berikut ini merupakan lirik lagu Iwan Fals mengenai penggusuran hutan.
Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut badut serakah
Tanpa HPH berbuat semaunya
Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu
Oh mengapa
Oh jelas kami kecewa
Menatap rimba yang dulu perkasa
Kini tinggal cerita
Pengantar lelap si buyung
Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia
Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu
Saja
Oh jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti
1.    Penggantian arti
Dalam lirik lagu ini iwan fals menggunakan bahasa kiasan atau gaya bahasa, khususnya metafora. Metafora merupakan kiasan pembanding yang sehingga mengalihkan arti trtentu kepada suatu hal yang lain. Seperti dalam penggalan lirik “Rimba yang dulu perkasa” ini jika diartikan secara satu persatu maka artinya akan rancu. Rimba merupakan hutan yang amat sangat lebat, yang ditumbuhi oleh pepohonan yang besar dan rimbun. Perkasa merupakan suatu sifat yang kuat dan tangguh serta berani, dan sifat ini biasanya ditujukan kepada manusia.
Pada penggalan lirik diatas, gambaran tidaklah disebutkan secara terang-terangan. Dengan demikian gambaran itu kita cari sendiri. Gambaran dalam kalimat tersebut menunjukkan mengenai keadaan hutan yang dahulunya masih alami. Dengan demikian lirik tersebut berarti “keadaan hutan yang masalalunya masih sangat indah dan rimbun oleh pepohonan yang belum terjamah tangan jail manusia yang sehingga merusak keindahan hutan itu seperti sekarang”



2.    Penyimpangan arti
a)    Ambiguitas
Dalam lirik lagu ini juga memiliki arti ganda, seperti dalam penggalan lirik “Berpadu dengan jerit isi rimba raya”. Jerit isi rimba raya dalam lirik ini memiliki arti ganda. Bisa diartikan sebagai suara yang melengking dari hewan yang hidup didalam hutan, namun bisa diartikan juga sebagai hutannya yang menjerit, karena pepohonan telah ditebangi.
b)    Kontradiksi
Pada lirik lagu diatas juga terdapat kontradiksi atau penggunaan kata yang berlawanan. Berikut ini adalah penggalan lirik yang terdapat kontradiksi didalamnya.
Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut badut serakah
Tanpa HPH berbuat semaunya
Lirik di atas terdapat antitesis yaitu adanya pertentangan antara dua hal yang berbeda, tidak bahagia dalam frase jerit di wujudkan dalam kesenangan, yaitu dalam frase Tawa kelakar badut badut seraka.
c)    Nonsense
Bentuk nonsense pada lirik di atas menimbulkan suasana atau asosiasi yang menggugah semangat untuk maju.
3.    Penciptaan arti
Maksud yang terkandung dalam karya sastra itu biasanya tersirat secara implicit atau eksplisit. Terkadang juga banyak maksud yang disampaikan seorang pengarang atau penulis secara gamblang. Dibawah ini merupakan penggalan lirik lagu Iwan Fals diatas.
Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu
Oh mengapa
Celoteh belaka dalam frase diatas merupakan suatu tindakan berupa obrolan semata. Dalam lirik diatas Lestarikan alam hanya celoteh belaka menjelaskan suatu proses yang tidak disertai oleh tindakan. Kemudian mengeluh karena tindakan yang lalu tidak dilaksanakan, karena adanya kata mengapa yang berupa kalimat Tanya.
B.   Kaitan Sosiologis Antara Lirik Lagu dengan Kenyataan.
Pembangunan yang mengusik
Pembangunan merupakan suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang terencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa. usaha yang dilakukan untuk maju dan berubah menjadi lebih baik itulah sebuah pembangunan, namun kegiatan usaha itu haruslah terencana dan dilakukan secara sadar, karena segala sesuatu yang terencana mulai dari bagaimana bentuk yang diinginkan hingga bagaimana nantinya menghadapi masalah yang datang. Usaha tersebut juga harus dilakukan dengan sadar sebagai bentuk dari keinginan yang ingin diimplementasikan, sehingga kegiatan tersebut bukanlah sebuah angan yang bisa dilakukan dari alam bawah sadar. Kegiatan pembangunan ini dilakukan oleh bangsa, negara dan pemerintah atau secara mudah dapat dikatakan semua pihak yang menjadi elemen dari kesatuan yang menginginkan kemajuan menuju modernitas sebagai bentuk pembinaan bangsa.
Pengertian pembangunan mungkin menjadi hal yang paling menarik untuk diperdebatkan. Mungkin saja tidak ada satu disiplin ilmu yang paling tepat mengartikan kata pembangunan. Sejauh ini serangkaian pemikiran tentang pembangunan telah ber­kembang. Mengenai pengertian pembangunan, para ahli memberikan definisi yang bermacam-macam seperti halnya peren­canaan.
Pembangunan adalah segala upaya yang dilakukan secara terencana dalam melakukan perubahan dengan tujuan utama memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas manusia (JAKOB OETAMA).
Pada dasarnya pembangunan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan, dalam arti bahwa pembangunan dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan pertumbuhan akan terjadi sebagai akibat adanya pembangun­an. Dalam hal ini pertumbuhan dapat berupa pengembangan atau per­luasan  atau peningkatan dari aktivitas yang dilakukan oleh suatu komunitas masyarakat.
Terkadang saat system pembangunan itu diterapakan pada sebuah tempat maka hal yang akan dilakukan untuk memajukan suatu Negara itu akan merusak likungkan, bisa lingkunan hutan, laut, dan lain sebagainya, bila tidak diperhitungkan secara matang. Disini seorang Iwan Fals mengkritik pembangunan yang telah merusak lingkungan hutan dengan lagu yang diciptakanya dengan merealitakan kondisi yang ada saat hal itu terjadi dengan lirik lagunya. Seperti halnya dengan penggalan lirik dibawah ini.
Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut badut serakah
Tanpa HPH berbuat semaunya
(Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi/1982 )
Pada penggalan lirik Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi yang dicipta pada tahun 1982 ini, seorang Iwan Fals menggambarkan tentang keaadaan hutan pada saat hal itu terjadi secara nyata. Disini sang penulis syair menjelaskan bsecara nyata menggenai penggusuran hutan yang terjadi di Indonesia. Hutan-hutan yang sebagai tempat hidup flora dan fauna dimusnakan hanya untuk membangun sebuah kota.
Jumlah hutan-hutan di Indonesia sekarang ini makin turun dan banyak dihancurkan berkat penebangan hutan, penambangan, perkebunan agrikultur dalam skala besar, kolonisasi, dan aktivitas lain yang substansial, seperti memindahkan pertanian dan menebang kayu untuk bahan bakar. Luas hutan hujan semakin menurun, mulai tahun 1960an ketika 82 persen luas negara ditutupi oleh hutan hujan, menjadi 68 persen di tahun 1982, menjadi 53 persen di tahun 1995, dan 49 persen saat ini. Bahkan, banyak dari sisa-sisa hutan tersebut yang bisa dikategorikan hutan yang telah ditebangi dan terdegradasi.
PENUTUP
Simpulan
Setiap menciptakan sebuah lirik lagu Iwan Fals selalu terdapat masalah atau konflik didalamnya. Lagu-lagu Iwan Fals selalu mengkritiki keadaan sosial. Kritik-kritik itu seperti kritik dalam pembangunan yang judul lagunya meliputi Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi, Tak Biru Lagi Lautku, Lancar, kritik terhadap ketidak adilan: Siang Seberang Istana, Sore Tugu Pancoran, Kritik Terhadap Pembangunan yang menggusur: Mereka Ada di Jalan, Ujung Aspal Pondok Gede, Kritik terhadap penguasa yang otoriter: Bento, Bongkar, Kritik dibidang hukum: Kisah Motorku, Kereta Tiba Pukul Berapa, Kritik terhadap budaya korupsi: Tikus-Tikus Kantor,  Kritik terhadap anggota dewan yang tidak memperjuangkan hak-hak rakyat: Wakil Rakyat, Kritik terhadap menyempitnya lapangan kerja: Sarjan Muda, Kritik terhadap pemerintah yang tak memperhatikan sosok guru: Guru Umar Bakri. Dengan menggunakan kritik tersebut Iwan Fals bisa menggambarkan secara riil.
Pengarang sebagai pencipta karya sastra yang tentu saja hidup dimasyarakat dengan segala kejadiannya dan juga pengarang sebagai individu selalu dilindungi dengan segala hal tentang hidup dan pribadinya. Hal ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar dan kuat dalam menciptakan sebuah karya sastra, seperti pada kumpulan lagu Iwan Fals, terciptanya lagu tersebut karena pengarang sendiri mengalami dan merasakan apa yang selama ini terjadi. Jadi antara karya sastra dan pengarang terdapat hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Adanya pengaruh yang kuat dari masyarakat terhadap pengarang sehingga pengarang mampu membuat lagu yang mana lagu tersebut didapat dari ruang lingkup masyarakat. Kumpulan lagu Iwan Fals merupakan cermin keadaan masyarakat pada saat itu dan tercipta karena adanya pengaruh kehidupan masyarakat disekitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya persaingan dalam dunia politik dan dunia ekonomi yang sangat kongrit, dalam hal ini pencipta lagu mengemukakan rakyat yang menjadi korban dalam persaingan itu, sehingga rakyat kecil makin lama makin kecil.
Saran
Setelah melalui proses pengumpulan data sampai menyimpulkan hasil penelitian, penulis mempunyai beberapa hal untuk disampaikan. Untuk guru bahasa Indonesia dapat memanfaatkan penelitian ini dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya sekolah menengah umum, maka kumpulan lagu karya Iwan Fals ini dapat dijadikan bahan pengajaran bagi para siswa.
Sastrawan sebagai pencipta karya sastra hendaknya menciptakan karya-karya yang bermutu dan membawa misi dari masyarakat saat tulisan ini dibuat, sehingga pembaca tau tentang apa atau kejadian pada saat itu.
Untuk peneliti lain, studi mengenai lirik lagu Iwan Fals ini bisa digunakan sebagi acuan untuk meneliti lirik-lirik lagu Iwan Fals maupun lirik lagu dari musisi lainnya.
Studi ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai penunjang belajar atau tugas akhir mereka.
Untuk dunia pendidikan, sebuah studi ini bisa digunakan untuk sarana belajar mengajar, karya Iwan Fals ini bisa digunakan sebagai bahan ajar untuk materi aparesiasai puisi.
Disini penulis juga merasa belumlah mencapai taraf kesempurnaan dan tetap  mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Penulis menyelesaikan hasil penelitian ini  dan mempersembahkan untuk dinikmati pembaca supaya bisa menambah wawasan tentang dunia sastra terutama dalam lirik lagu.

Daftar Pustaka
Faruk, Dr. 2005. Pengantar Sosiologi sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Keraf, Gorys Dr.1994. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kusnadi dan Sutejo. 2011. Sosiologi Sastra, Menguak Dimensionalitas Sosial Dalam Sastra. Yogyakarta: Pustaka Feicha.
Pradopo, Rachamat Djoko. 2010. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
----------,  2011. Beberapa Teori Satra, Metode Kritik, Dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori,Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sugiono, Muhadi. 1999. Kritik Antonio Gramsci Terhadap pembangunan dunia ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sutejo dan Kasnadi. 2009. Kajian Puisi, Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Feicha.
Sutejo dan Sugianto. 2010. Apresiasi Puisi Memahami Isi, Mengolah Hati. Yogyakarta: Pustaka Feicha.
Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995.  Teori kesusastraan (terjemahan). Jakarta: Gramedia Pustak Utama.
Zulfahnur. Teori Sastra.  Universitas Terbuka.
Internet:
http://sohdis.wordpress.com/2010/08/20/analisis-puisi/ (di akses pada hari sabtu, 14 Agustus 2012, pukul 22:15)
http://amandafanisa.blogspot.com/2011/11/pengertian-lirik-lagu.html (di akses pada hari sabtu, 14 Agustus 2012, pukul 22:15)
http://jankerdwells.wordpress.com/2011/05/19/album-album-iwan-fals-falskografi/ (di akses pada hari sabtu, 14 Agustus 2012, pukul 22:15)
http://hukum-on.blogspot.com/2012/06/pengertian-hukum-menurut-para-ahli.html (di akses pada hari sabtu, 09 maret 2013, pukul 22:53)
http://insanicita.blogspot.com/2012/03/konsep-keadilan-sosial-menurut-john.html (di akses pada hari sabtu, 09 maret 2013, pukul 22:57)
http://carapedia.com/pengertian_definisi_pembangunan_info2042.html (di akses pada hari sabtu, 09 maret 2013, pukul 23:21)
http://oibop.blogspot.com/2012/05/biografi-iwan-fals-masa-kecil-iwan-fals.html (di akses pada hari sabtu, 23 maret 2013, pukul 00:21)

Politik dalam Agama

Kiai Jogoloyo
Karya: Shoim Anwar

Seorang ahli agama yang berkecibung di dunia keagamaan dan suri tauladan bagi santrinya. Dalam cerpen ini di ceritakan seorang ulama adalah seorang yang bisa menjadi panuta dan bahkan bs menjadi orang yang paling tersohor di masyarakat. Dan di sini juga dijelaskan kita harus menghormati kiai meskipun jabatan qta lebih tinggi dari kiai tersebut.

Menyebarkan Ajaran agama dan memberikan motivasi kepda santri agar bisa mengamalkan imanya. Dalam cerpen ini Kiai Jogoloyo ingin menjadikan ponpesnya melesat hingga dikenal di seluruh penjuru kota.

Mendalami Ajaran agama islam. Tujuan ulama dalam cerpen ini ialah di mana seorang kiai yang ingin masuk dalam dunia politik. Karena Kiai Joigoloyo ini merasa dengan menjadi ulama pasti beliau bisa menjadi seorng politik, ketika beliau menjadi ulama banyak orang yang mendengarkan nasehat nasehat beliau jadi tidak menutup kemungkinan ketika beliau menjadi seorang politik pendapat beliau selalu berguna.

Ahli dibidang politik pemerintahan. Yang bergerak dibidang politik dan menangani urusan negara. Dalam cerpen ini politik adalah di mana seorang yang menjabat di dunia politik harus bisa memberikan panutan bagi masyarakat dan bisa dipercaya untuk menjalakna pemerintahan sesuai dengan inspirasi rakyatnya. Dalam cerpen ini Kiai Jogoloyo mempromosikan dimana Kiai juga bisa menjadi politikus yang bisa menjadi panutan banyak masyarakat serta membuktikan kepada masyarakat jika ulama bisa menjadi politikus. “jika ada dua partai yang satu kiai satu yang satu kiai dua maka pilihlah yang kiai dua” hal ini jelas menunjukan bahwa seorang ulama di sini menjadi idola serta panutan masyarakat karena setelah orasi masyarakat yang hadir disitu memberikan sorak setuju atas orasi Kiai Jogoloyo tersebut.

Ingin menyalurkan inspirasi kepada urusan negara. Dalam cerpen ini Kiai Jogoloyo ingin memberikan sesuatu yang baru bahwa ulama bisa menjadi seorang politik. Dan tujuan masuk partai politik ialah ingin terlibat langsung dalam percaturan politik agar dapat mengontrol jalanya pemerintahan.

Boleh, karena di indonesia sekarang ini menganut paham demokratis dimana tanpa adanya ikatan kita bisa masuk dalam dunia politik. Jadi setiap orang bisa masuk dalam partai politik tanpa terkecuali. Dalam cerpen ini kiai Jogoloyo merupakan figur ulama yang masuk dalam dunia Politik dan meskipun beliau dari kalangan ulama bisa membuktikan bisa memimpin pemerintahan negara.

Rasa ingin tahu yang besar dan timbul dari persaan seorang ulama ingin mengeluti politik, serta menyampaikan pentingnya jaran agama yang harus diketahui oleh masyarakat. Dalam cerpen ini ulama ingin masuk dunia politik ialah mereka ingin terlibat langsung dalam percaturan politik agar dapat mengontrol jalanya pemerintahan.

Mereka tidak bisa bersikap netral,cenderung memajukan partainya sendiri. Dalam cerpen ini di jelaskan jika seorang ulama masuk dalam partai politik maka ulama tersebut akan meninggalkan kewajibanya sebagai ulama dan sibuk dengan dunia politiknya. Dalam kutipan “pondok pesantren yang dulu tempat dimana santri harus bisa hidup sederhana. Bangunan yang sederhana namun menghasilkan juiwa yang taqwa. Jika dulu sering terdengar lantunan ayat suci alqur’an kini saat kiai pergi dari pondok itu terdengar lagu;lagu pop,dangdut,bahkan metal” hal inilah sebagai contoh jika seorang ulama masuk dalam dunia politik.

Dapaat, demi mewujudkan Indonesia yang maju dan tetap menjujung tinggi moral serta akhlak.Idealnya adalah ketika ulama itu benar benar masuk dalam dunia politik jagan sampai meninggalakan urusan agama atau keulamaanya dan lebih condong di dunia politiknya, karena dunia politik hanyalah permainan belaka dimana orang yang lebih kuat pasti bisa mendapatkan kedudukian itu. 

Ronald Albert Michael W
095200107
B-2009

Kepalsuan Berkehidupan

Sajak Palsu
Karya: Agus S. Sarjono

Pagi yang indah suasana di sekolahan. Sapaan siswa meluncur kepada Gurunya, namun semua itu hanyalah sapaan palsu belaka. Seperti pada kutipan puisi berikut ini:

“Selamat pagi Pak, selamat pagi Bu ucap anak sekolah dengan sapaan palsu”

Dalam puisi sajak palsu ini menceritakan di mana segala sesuatu yang dimulai dengan kepalsuan atau kebohongan akan menghasilakan yang kepalsuan juga. Kita lihat saja pada Negara kita, Negara Indonesia banyak sekali kecurangan-kecurangan, kepalsuan kepalsuan bahkan hadir disekitar kita tanpa kita sadari.

Misalnya ingin masuk sekolah negeri tetapi nilai kita pada ijazah tidak memenuhi kreteria, kita bisa dengan mudah masuk sekolah itu dengan jalur belakang. Dengan menemui salah seorang pegawai atau guru di sekolahan itu dengan memeberikan beberapa bingkisan serta amplop, keesokan harinya kita bisa bersekolah di sekolahan yang kita inginkan. Kejadian seperti ini tidak membuat kita menjadi bangga atau besar kepala, karena kita masuk sekolah ini bukan dari hasil kerja keras kita. Justru kejadian seperti itu akan menjerumuskan kita suatu saat nanti.

Katakanlah kita sudah lulus sekolah menengah atas, kita akan melnjutkan pendidikan dibangku kuliah, namun dengan keterbatasan nilai ijazah yang didapat di bangku SMA akhirnya kita mengambil jalan pintas yang dianggap pantas yakni masuk jalur belakang. Kita bisa membayar berapa sesuai kesepakatan pihak kampus kita akan bisa masuk fakultas serta kampus yanng di inginkan. Kita akan terjerumus atau kita akan meremehkan proses hingga mencari pekerjanan nantinya. Sehingga kepalsuan terus hadir dalam kehidupan serta keseharian kita.

Ketika kita berfikir apa yang terjadi dalam diri kita, dengan semua yang kita dapatkan dengan kejadian seperti di atas atau lebih tepatnya dengan kepalsuan, kita akan terjerumus sampai di dunia kerja.

Akan tetapi kejadian semacam ini tidak bisa berjalan dengan mulus apabila kedua belah pihak tidak menyetujuinya. Jadi dapat disimpulkan ada salah satu pihak yang mengambil titik kelemahan kita, yaitu mereka menyadari bahwa kita sedang menginginkan sesuatu itu, maka mereka mengambil titik kelemahan yang ada dalam diri kita. Misalnya kamu bisa membayar berapa? Kamu bisa masuk sekolah sesuai dengan pilihanmu. Pernyataan yang seperti itulah yang membuat kita terjerusmus.

Sesuai dengan kutipan berikut:

“sambil tersipu palsu dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru dan bu guru menerima amplop itu sambil berjanji”

Dengan kejadian-kejadian seperti ini justru akan menlahirkan pemimpin masa depan yang palsu. Artinya mereka bisa berlaku curang atau menghalalkan segala cara untuk meraih apa yang di inginkan. Mereka belajar dari pengalaman yang mereka dapatkan yaitu bisa memperdayai orang agar bisa memberikan beberapa amplop kepadanya.

Kepalsuan akan melahirkan kepalsuan. Generasi penerus Bangsa yang menggunakan itu sebagai pedoman hidup maka mereka akan hancur. Semua yang di dapatkan serba instan tanpa adanaya pengorbanan serta kerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkanya. Namun tidak semua oranng melakukan kepalsuan untuk mendapatkan kesuksesan di sepanjang hidupnya. Kita akan merasakan betapa indahnya ketika kita bisa mendapatkan sesuatu hal dengan kerja keras dan penggorbanan, kita akan banggga degan hasil yang kita peroleh. Semua harapan kita di masa datang membutuhkan proses, dimana segala sesuatu itu lebih bisa dinikmati proses daripada hasilnya, lebih ri’ilnya kita akan lebih banngga ketika kita menlihat proses sebelum kita berhasil mendapatkannya.

Sajak Palsu karya Agus S. Sarjono ini memeberikan kritik yang membangun bagi bangsa kita nantinya, jika kita ingin mendapatkan segala sesuatu itu jangan yang secara instan cepat dan dengan kepalsuan-kepalsuan. Sesungguhnya betapa indahnya ketika kita menjalani proses sebelum kita bisa berhasil. Untuk menjadikan Negara yang bersih tanpa adanya kepalsuan. Semua itu tidak luput dari campur tangan Warga Negara Indonesia sendiri. Hapuskan kepalsuan gantiu dengan kejujuran demi Indonesia tercinta.
 
Ronald Albert Michael W
095200107
B-2009

Keadilan dalam Ketertindasa

Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Karya: W.S Rendra

Puisi karya W.S Rendra yang berjudul Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta menggambarkan kehidupan seorang pelacur yang ada di Indonesia. Kehidupan pelacur tersebut, tidak hanya ada di Jakarta melainkan ada di daerah seperti Surabaya, Bandung, dan sebagainya. Pada dasarnya perempuan memilih untuk menjadi pelacur karena faktor ekonomi yang terus meningkat. Sulitnya mencari pekerjaan menjadikan seorang perempuan bekerja menjadi pelacur. Seorang pelacur hendaknya tidak selalu dianggap perempuan hina dan perusak martabat seorang laki-laki, tetapi mereka juga harus bangkit melawan keterpurukan dengan menjunjung tinggi nilai kaum pelacur agar para pelacur tidak hanya dijadikan korban. Seperti pada kutipan berikut,

Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban

Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta

Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban


Di saat bekerja, pelacur tidak hanya melayani nafsu bejatnya para laki-laki biasa atau laki-laki dari kalangan kelas menengah ke bawah melainkan laki-laki yang ada di Gedung Dewan atau pejabat serta kaum laki-laki dari kalangan atas. Mereka memanggil seorang pelacur untuk melampiaskan hasrat bejatnya tanpa memikirkan bagaimana nasib atau kehidupan pelacur tersebut. Para lelaki tersebut rela merogoh koceknya guna membayar para pelacur untuk melampiaskan nafsunya. Seperti para politisi, uang yang mereka keluarkan untuk menyewa pelacur berasal dari uang rakyat. Keberadaan wanita dalam dunia politik sekarang sudah tidak bisa dipisahkan, karena dengan adanya wanita-wanita cantik disisi politikus adalah hal biasa demi memperlancar kontrak politik. Seorang wanita tersebut tidak bisa untuk menolak lantaran demi kelangsungan hidup mereka. Antara wanita cantik dengan para politisi sepertinya saling berhubungan. Pada akhir-akhir ini, Indonesia dikejutkan dengan berita kasus korupsi suap daging impor yang dilakukan oleh Fathanah dengan wanita-wanita cantik. Seperti pada kutipan berikut,

Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu

Dan kau Dasima

Kabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya

Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna


Pilihan hidup untuk menjadi seorang pelacur atau wanita simpanan adalah hal yang tidak mudah. Mereka melakukan itu demi kelangsungan hidup karena lapangan pekerjaan yang sulit. Seorang wanita bukan tempat untuk memuaskan nafsu belaka, mereka layak untuk dihargai. Seharusnya pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan untuk wanita, sehingga memperkecil peluang wanita memilih jalan menjadi seorang pelacur dan menjadikan wanitu itu wanita karir yang bekerja sesuai dengan bidang atau keterampilan yang dimiliki. Seperti pada kutipan berikut,

Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan

Perusahaan-perusahaan macet

Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk surga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya

Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban

Pelacur-pelacur kota Jakarta

Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan

Saudari-saudariku

Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan

Jalan untuk menjadi pelacur merupakan tuntutan perekonomian yang meningkat, dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Ijazah sekolah seakan tidak dibutuhkan. Saatnya untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa pelacur bisa masuk dalam dunia politik yang dapat memperlancar segala urusan. Apabila tidak ada pelacur maka para politikus atau laki-laki lain yang butuh kepuasan akan merasa kesepian. Seorang pelacur tidak bisa selalu dijadikan korban atas kehancuran sebuah negara.

Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu diujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka

Menganjurkan mengganyang pelacuran

Tanpa menganjurkan
Mengawini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta

Saudari-saudariku

Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.


Ronald Albert Michael W
095200107
B-2009

Sukses Tak Cukup INSTAN

Air Mata Anakku
Karya : Shoim Anwar

Dalam cerpen ini menceritakan bagaimana segala sesuatu, dari sekolah sampai bekerja berjalan dengan sangat instan. Tidak ada kata mustahil di Jaman yang sekarang ini semua bisa berjalann dengan mulus bahkan instan semua karena uang. Namun semua itu hanya akan membawa kita dalam kehancuran, kita boleh bangga dengan apa yang kita dapatkan sekolah bisa lulus dengan gampang, kuliah bisa masuk di universitas favorit bahkan S1 ditempuh hanya dalam dua tahun. Meskipun semuanya berjalan denga gampang atau bisa dikatakan instan,ada juga yang menjalani semua itu dengan proses dan benar benar dengan usaha keras. Bagaimana tidak kita belajar dengan sungguh sungguh untuk mendapatkan hasil atau nilai yang memuaskan, bisa lulus dengan nilai yang cukup baik, dan bisa masuk PTN yang di ingginkan lulus dengan IPK yang memuaskan bisa bekerja sesuai cita-cita. Semua itu butuh proses dan proses inilah yang akan membuat kita bangga dengan diri kita.

Segala sesuatu yang instan itu hanya indah diawal, akan berakhir dengan kehancuran yang cukup menyakkitkan di bandingkan dengan proses hidup yang kita jalani,meskipun kita menjalani semua ini dengan tahapan-tahapan kita akan merasakan hasil jerih payah kita dengan bahagia dan indah selamanya tak pernah pudar.

Cerpen ini bisa dikatakan cukup bagus, ceritanya bisa sampai kepada pola pikir pembaca, dan ini ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita membaca cerpen ini kita bisa merasakan betapa meruginya orang tersebut yang menjalani kehidupan ini dengan tahapan yang begitu instan. Dan menjadikan para pembaca agar bisa menikmati kehidupan kita melalui suatu proses. Namun dibalik kelebihan ada juga kekurangan dari cerpen tersebut. Cerpen ini mengangkat kisah nyata namun tidak memberikan solusi di akhir cerita, jika ada pembaca yang membaca dan memberikan respon yang tidak sesuai dengan harapan penulis maka pembaca akan mengikuti cara tokoh yang di ceritakan di cerpen tersebut.

Cerpen ini dapat dikaitkan dengan Teori Resepsi Sastra. Dimana pembaca berusaha mengkaji hubungan karya sastra dengan resepsi (penerimaan) pembaca. Dalam pandangan teori ini makna sebuah karya sastra tidak dapat dipahami melalui teks sastra itu sendiri, melainkan hanya dapat dipahami dalam konteks pemberian makna yang dilakukan oleh pembaca. Dengan kata lain, makna karya sastra hanya dapat dipahami dengan melihat dampaknya terhadap pembaca. Karena dalam cerpen ini pembaca dituntut untuk menafsirkan segala sesuatu yang terdapat dalam cerpen. Hanya dengan pemikiran pribadi pembaca semuanya bisa tergambar jelas makna yang terkadung dalam cerpen ini. Karena setiap pembaca pasti memiliki penafsiran yang perbeda terhadap karya sastra yang dibacanya.

Suatu karya sastra akan lebih hidup ketika dibeikan penafsiran yang positif oleh pembaca, dengan kata lain kita sebagai pembaca setelah memahami makna cerpen tersebut kita bisa seakan akan merasakan bahkan masuk dalam cerita tersebut. Dalam kutipan “ Bapak dapat salam dari Mbak Titin,” kalimat ini memiliki penafsiran yang berbeda antara pembaca satu dengan pembaca yang lainya. Salam yang di maksudkan di sini ialah salam dari seseorang yang sengaja di sembuyikan oleh bapak Madori teman spesial. Jika kita menafsikan yang lain akan terjadi penafsiran makna salam dari seorang teman dari pak Madori tersebut.

Cerpen ini menggunakan Aliran Sastra Materialisme dimana aliran ini merupakan wujud dari aliran naturalisme yang bersifat kebendaan atau materi, yang mana mengemukakan bahwa dunia sama sekali bergantung dengan materi dan gerak. Dalam cerpen ini penulis mengaitkan Cerpen Air Mata Anakku denga aliran materialisme, dimana sesuai yang dijelaskan di atas bahwa aliran Materialisme ini memnganggap bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak lepas dari uang (Materi).

Bagaiman tidak semua yang ada dalam cerpen ini berkaitan erat dengan materi, mulai dari sekolah, kuliah bahkan sampai kerja tokoh dalam cerpen ini melaui semua itu dengan instan tanpa proses, hanya dengan uang tokoh tersebut menganggap semua akan lancar, memang dalam cerpen ini tokoh “Huki” dia tergolong siswa yang paling malas belajar di sekolah, dia ingin lulus dengan mudah maka di berilah guru cara agar dia bisa lulus sekolah, seperti dalam kutipan “Huki, kamu anak yang malas. Pingin lulus kan ? Nah perhatikan semuanya ada beberapa cara untuk itu tapi ini rahasia jangan sampai ketahuan orang luar” dalam kutipan tersebut bisa dikatakan materialisme, mereka mau lulus tetapi tidak mau belajar.

Berlanjut pemikiran Huki ia ingin kuliah tapi segera bekerja, lagi-lagi ia tidak menjalani secara wajar melalui proses. Dengan bermodalkan ijazah SMA ia ikut test pegawai negeri tidak lain orang tua ikut andil yakni dengan mencari loby agar Huki bisa di terima. Hal tersebut pun merupakan aliran materialisme mengapa bisa dikatakan seperti itu karena mencari loby di sini dimaksudkan melalui jalan belakang yang mengggunakan uang atau sejenisnya agar dipermudah urusan test.

Setelah ia diterima sebagtai pegawai negeri ia ingin menaikan tingkat karirnya, ia terpaksa harus kuliah, kuliahpun di anggap mudah dan memang bisa lulus S1 dengan cepat kurang lebih dua tahun. Setelah ia naik golongan ia berkeinginan untuk bs menjadi pemimpin di kantor tersebut, dengan menyingkirkan pemimpin sebelumnya dengan cara apapun ia lakukan, sampai akhirnya di pergi ke dukun agar dilancarkan urusannya. Lagi-lagi uang yang dipergunakan untuk memuluskan urusanya.

Semua itu berlanjut sampai ia menjadi pemimpin di kantor tersebut. Hasrat ingin menjadi pemimpin yang kekal pun ia rasakan. Ia tidak mau posisi itu jatuh ke orang lain atau anak buahnya. Ia menjalin hubngan baik dengan kolega-kolega besar kantor agar tetap menjadi pemimpin tanpa harus bersusah payah. Bagi Huki ilmu tidak begitu penting, yang penting ada uang semua akan lancar dan bisa berjalan sesuai harapanya, sampai pada hari tua pesiun akan menghampirinya, kecemasan pun muncul pada dirinya ia merasa tidak pantas di pensiun ia ingin bekerja dan menjadi pemimpin seterusnya karena semua itu bs membuat ia bangga.

Sampai pada titik akhir hari pensiunya ia masih saja menjalankan rutinitas yaitu bangun pagi, mandi mengenakan pakaian safarinya dan pamit kepada keluarganya ia akan berangakat kerja. Tangisan anaknya pun memecah ketika melihat ayahnya gila akan tahta.

Jadi dapat disimpulkan cerpen ini merupakan inspirasi bagi kalangan Muda agar tidak terperosok dalam jalan hidup yang serba instan, karena itu akan merusak diri sendiri dan bangsa Indonesia. Akan lebih indah jika kita menjalani kehidupan kita denga proses yang sewajarnya. Kita akan mendapatkan hasil serta kebahagiaan yang kekal dalam diri kita karena proses itulah yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan.
 
Ronald Albert Michael W
095200107
B-2009

Diskriminasi Sosial Antar RAS

Jawa Cina Madura Nggak Masalah yang Penting Rasanya
Karya: Shoim Anwar

Dalam Cerpen Jawa Cina Madura Nggak Masalah yang Penting Rasanya menceritakan perjuangan Ko Han dalam merintis setiap usahanya, meskipun kedua orng tuanya telah meninggalkan beliau saudaranya yang pergi ke kota mengadu nasib karena huru hara yang terjadi di sekitar rumahnya dulu. Ko Han hanya bersama istri merintis usaha ini. Istri yang membuat dan Ko Han yang menjajakanya.Kegigihan seorang pedagan yang menwarkan daganganya dengan berbagai macam cara sehingga mampu menarik orang sehingga mau membeli daganganya. Ide yang digunakan cukup menarik perhatian dengan berkeliling dan mengucapkan Jawa,Cina,Madura Nggak masalah yang penting rasanya. Orang disekelilingnya pun serasa kaget dan spontan menduga apa yang diucapkan menjurus ke arah yang berbeda dengan pikiran dan maksud dari si pedagang tersebut, namun karena keunikkan ide tersebut banyak oranng yang tertarik danganya. Bahkan setiap hari dia selalu dicari oleh pelangganya.

Namun kritik esai sastra yang terdapat dalam cerpen ini ialah,,, Dalam situasi apapun kita dipertemukan dengan orang yang berbeda Ras dengan kita hendaknya kita tetap saling menghargai satu sama lainya. Karena dalam ajaran agama maupun bangsa indonesia sendiri tidak ada kata membeda bedakan orang dengan melihat suku maupun rasnya. Kita sebagai bangsa indonesia yang Bhineka Tunggal Ika harus menjujung tinggi rasa saling menghormati dengan orang yang bebeda ras dengan kita, karena sesungguhnya meskipun kita berbeda kita tetap satu yaitu bangsa indonesia.

Dalam Cerpen ini juga pokok pembahasan terletak dari pembuatan kue pastel serta penjajakanya dengan menggunakan ide yang unik yang bisa membuat konsumen tertarik. Jika orang yang menjual atau menjajakan pastel ini bukan orang cina mungkin berbeda juga cara menjajakan jajanan kue pastel ini. Meskipun kita dari Jawa Madura Cina pasti ada perbedaan dalam pembuatan kue pastel ini, entah dari bahannya pengolahan serta pemasaran kepada konsumen. Namun inti dari cerpen ini adalah kita harus saling menghormati meskipun kita berbeda ras.

Ronald Albert Michael W
095200107
B-2009

Tak Ada Keadilan untuk Sang Penambah Devisa

Paket Mayat
Karya: Shoim Anwar
Dalam cerpen ini yang berjudul Paket Mayat Karya: M. Shoim Anwar menceritakan tentang Kuala Lumpur Ibu kota Malaysia merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran oleh banyak para TKI untuk mengadu nasib disana. Seperti pada tokoh Suparjan yang digambarkan oleh M.Shoim Anwar dalam cerpennya “Paket Mayat”, beliau merupakan TKI illegal yang nekat pergi ke kuala lumpur tepatnya di Kuantan dengan tujuan memperoleh pekerjaan yang layak di sana, akan tetapi mimpi-mimpi Suparjan jauh dari kenyataan. Seperti pada kutipan:

“ Dulu aku menyarankan agar dia masuk lewat jalur resmi. Tapi rupanya dia punya perhitungan lain. Dia ikut-ikutan lewat jalur gelap ”

“ Naik bus dari Kuala Lumpur ke Kuantan memerlukan waktu sekitar empat jam “

“ Suparjan ternyata jadi kuli di proyek Pembangunan Hotel Seri Malaysia di Jalan Telok Sisek “ (Hal 149-151).

Berdasarkan dari kutipan di atas penulis menggambarkan perjuangan Suparjan seorang TKI untuk dapat sampai di tempat tujuan, yaitu Kuantan, Kuala Lumpur, Malaysia. Suparjan nekat pergi ke Kuala Lumpur, Malaysia karena alasan di kampungnya tidak ada pekerjaan lagi dan mimpi untuk mengubah hidup keluarganya menjadi labih baik.
Akan tetapi. Keberadaan Suparjan sebagai TKI di Kuala Lumpur, Malaysia tidak mengubah kondisi ekonominya untuk lebih baik. Keberadaan Suparjan di Kuala Lumpur, Malaysia tidak dihargai sedikitpun oleh masyarakat Malaysia, tenaga yang dikeluarkan Suparjan di Proyek Pembangunan Seri Malaysia tidak dianggap sama sekali. Dengan statusnya sebagai pekerja ilegal, banyak yang memanfaatkan segala posisi lemahnya untuk mengelabui Suparjan. Seperti pada kutipan:

“ Para pekerja liar sengaja dimanfaatkan dengan segala posisi lemahnya “

“ Ketika proyek menjelang rampung, polisi sengaja didatangkan untuk menggerebek mereka “

“ Para pekerja berlarian. Mereka pun tak terbayar “

“ Proyek hanya memberinya makan. Pengawas kerja yang mempekerjakannya menghilang saat gajian “ (Hal 151-152).

        Dari kutipan di atas, kita dapat membayangkan bagaimana nasib para TKI illegal yang berada di Kuantan, Kuala Lumpur, Malaysia. Nasib para TKI di Malaysia sungguh ironis, seperti yang digambarkan oleh Suparjan, Suparjan dan TKI lainnya tidak dibayar, hak mereka dimakan oleh orang-orang yang yang tidak punya hati, mereka tega membawa lari uang jerih payah para pekerja. Keberadaan para TKI disana tidak mendapat jaminan apapun. Ironisnya lagi banyak para TKI yang meninggal disana karena kecelakaan kerja jenazahnya tidak diurus dengan baik .
         Dari kutipan di atas sangatlah jelas digambarkan bahwa banyak kehidupan TKI di berbagai negara bahkan negara-negara tetangga jauh dari kelayakan, para TKI di berbagai negara dan negara-negara tetangga kurang mendapatkan perlindungan dari pemerintah setempat. Diharapkan pemerintah lebih peduli lagi terhadap nasib para TKI. Mereka mempunyai hak yang sama dengan warga Indonesia yang lainnya. Nasib TKI untuk menjadi labih baik dari sebelumnya ada ditangan kita. Lindungi para TKI

Ronald Albert Michael W
095200107
B-2009